Kesalahan dalam mempelajari Framework

Hampir di setiap bahasa pemrograman terdapat framework yang akan memudahkan anda dalam membuat sebuah aplikasi, baik itu berupa component, plugin, Script atau library-library siap pakai lainnya. Tidak sedikit yang salah dalam mempelajari Framework ini dan semuanya akan dibahas dalam artikel singkat berikut.

Apa itu Framework?

Framework adalah sekumpulan kode program yang dibuat untuk mempercepat proses pembuatan aplikasi. Sebuah framework bisa berupa component, plugin, dan script. Jika anda tidak mengerti apa yang sedang saya bicarakan, perhatikan cerita berikut :

Edwin adalah seorang Programmer pemula, ia mendapatkan sebuah projek pertama yakni membuat Aplikasi Sistem Informasi suatu perusahaan. Untuk menyelesaikan project tersebut Edwin membutuhkan waktu sekitar 3 bulan karena Edwin membuat program tersebut dari awal.

Selanjutnya Edwin mendapatkan project serupa, yakni membuat Sistem Informasi Perusahaan. Kali ini Edwin hanya membutuhkan waktu sekitar 1,5 bulan untuk merampungkan projek tersebut, Karena Edwin menggunakan kode-kode yang sama pada projek sebelumnya dan menambahkan kode-kode baru yang dibutuhkan.

Kode projek pertama Edwin bisa kita sebut dengan Framework, dan akan mempermudah serta mempercepat siklus pembuatan Aplikasi Sistem Informasi (dalam kasus ini).
Jadi kita bisa mengambil kesimpulan bahwa tujuan utama dari adanya Framework adalah memercepat proses pembuatan sebuah aplikasi.

frameworks

Framework bukanlah bahasa baru

Framework bukanlah bahasa baru, melainkan pengembangan/ringkasan dari bahasa (pemrograman) yang sudah ada. Jadi jika anda ingin mempelajari suatu framework, pastikan Anda menguasai atau paling tidak memahami bahasa dasar dari framework tersebut.

Tidak sedikit orang yang mempelajari suatu framework tanpa mempelajari bahasa dasarnya terlebih dahulu, yang pada akhirnya membingungkan mereka sendiri. berikut contoh kasus yang sering ditemukan :

Steven mendapatkan tugas membuat aplikasi web di kampusnya, setelah browsing ia menemukan CodeIgniter, Framework PHP yang lengkap dan mudah digunakan. Steven pun mencari tutorial tentang CodeIgniter tersebut, dan ia baca satu-persatu. Namun diawal proses pebuatan aplikasi ia bingung terhadap notasi-notasi atau fungsi-fungsi yang digunakan. Ia cari di Documentation CodeIgniter pun tidak ia temukan. Dan ternyata apa yang ia bingungkan adalah bahasa dasar PHP.

Kita bisa simpulkan bahwa Steven belum memahami sepenuhnya bagaimana cara penggunaan PHP, ia malah langsung mempelajari Frameworknya terlebih dahulu dan menyampingkan bahasa dasar dari framework tersebut.

Jadi harus bagaimana?

Sudah jelas, yang harus dipelajari terlebih dahulu adalah bahasa dasar dari framework tersebut. Misalnya jika anda ingin memelajari framework HTML & CSS seperti twitter bootstrap anda harus benar-benar menguasai dan memahami HTML & CSS, atau ketika anda ingin mempelajari CodeIgniter anda harus memahami konsep pemrograman PHP beserta teknik OOPnya dan lain sebagainya.

Seperti yang saya alami ketika mempelajari twitter bootstrap atau framework lainnya serasa lebih mudah, apa yang dijelaskan dalam documentation framework tersebut menjadi lebih mudah dipahami (alias langsung “connect”) karena saya telah memahami bahasa dasar dari framework tersebut.

Kesimpulan

Artikel ini hanyalah sebuah opini dan berdasarkan pada apa yang saya alami, contoh kasus di atas adalah kasus-kasus yang sering saya temui dari beberapa orang yang mengalami kejadian tersebut. Jika anda pernah mengalami hal serupa ayo share di box komentar πŸ™‚

Category BlogTag

12 Komentar untuk “Kesalahan dalam mempelajari Framework

  1. Menurut saya tidak ada yang salah dalam proses belajar.
    Mau dia mengenal Framework terlebih dahulu atau Menguasai dasarnya terlebih dahulu.
    Orang yang belajar akan menemukan jalannya sendiri πŸ™‚

      1. gentos atuh mang judul na ari emang penekanan na pd apa yg harus dipelajari terlebih dahulu,. terkesan sangat teknis klo judul kyk gitu pdhal intinya hrus mempeljari dulu basic nya,.. prikitiw

Tinggalkan Komentar Anda