5 Permasalahan yang membingungkan bagi CSS Newbie

Dulu, sebelum saya mengerti CSS, saya selalu mencari berbagai referensi yang berhubungan dengan CSS dan HTML. jika hanya mengandalkan membaca dari referensi tersebut saya rasa saya masih belum bisa untuk membuat desain web mandiri. Kadang masih bingung, apa yang harus dilakukan selanjutnya.
Tidak cukup hanya dengan membaca dan tahu, bagi anda yang ingin belajar CSS / webdesign, anda harus membuat kasus sendiri, latihan menggunakan berbagai property dan value dari CSS atau tag dan attribut dari HTML agar pada akhirnya anda mengerti sendiri untuk apa semuanya.
Berikut ini adalah 5 permasalahan bagi seorang CSS Newbie (yang masih belum tau apa-apa tentang CSS) yang sering ditemukan, termasuk oleh saya dulu. :).

Masalah ke-1 : CSS Reset

Sewaktu latihan CSS, saya berniat untuk membuat bar yang berada di atas halaman web, seperti pada gambar berikut ini.

wordpress top bar

Lalu saya buat sebuah div dengan id topbar,dan Dengan gesitnya πŸ™‚ saya langsung menerapkan style seperti berikut :).

#topbar{
	width:100%;
	height:30px;
	background:#333;
}

saya save dan langsung melihat previewnya di browser. yes topbarnya udah diatas, tingginya bener, lebarnya udah bener 100%, tapi kok serasa ada yang mengganjal :(. apaa yah.. ?

topbar

Ada jarak !!??, gimana nih. coba pake margin:0 juga g mau nempel tuh topbar. πŸ™

Solusi

Untuk kasus diatas, anda harus mengerti apa yang sebenarnya terjadi. hal ini terjadi karena setiap browser memiliki css defaultnya masing-masing. file css bawaan ini akan diterapkan disetiap halaman web yang di load pada browser.
pernahkan anda bertanya, dari mana datangnya besar huruf H1 sampai H6 ?, atau jarak antara Ul atau Ol, atau kenapa tag i bisa miring, tag b bisa tebal dan seterusnya dan seterusnya?.
Untuk itulah CSS reset hadir. CSS reset digunakan untuk mereset ulang nilai-nilai yang telah diterapkan pada file CSS bawaan browser.
sekarang coba anda tambahkan, baris style berikut :

*{
	margin:0; 
	padding:0;
}

Tanda bintang (*) adalah selector untuk semua element html, sama halnya dengan memberikan style pada html.

fixed topbar

If “Reset” sounds complicated, don’t worry. it’s quite simple. Mostly it involves zeroing out margins and padding.
-Jeffrey Way-

dan liat apa yang terjadi, kini topbarnya merapat ke sisi browser :).
CSS Reset tidak hanya itu, jika anda ingin memulai memformat halaman web dari awal berari anda juga harus mereset seluruh value dari setiap property yang ada menjadi normal.
Kika anda malas, mereset seluruh property setiap tag, gunakan CSS Reset dari pihak ketiga. contohnya.

Masalah ke-2 : ID dan Class

Ketika membuat markup HTML ada attribut ID ada juga Class, keduanya digunakan untuk menandai suatu tag. yang menjadi pertanyaan adalah, apa bedanya ID dan Class ? toh keduanya digunakan untuk menandai tag.
Untuk memahami apa perbedaan antara ID dan Class, kita analogikan dengan Manusia. siap?
ID digunakan untuk menandai suatu tag, katakanlah ID itu Nama seseorang, misalnya “Rian” atau “Ariona”, nama digunakan untuk membedakan antara satu sama lain. dan tidak boleh ada sama (meskipun ada nama yang sama). sedangkan Class bisa kita analogikan dengan manusia, mau “Rian”, mau “Ariona”, mau “Ahmad” semuanya memiliki Class sejenis yaitu Manusia. mulai ngeh ??.

Dalam sebuah markup, tidak boleh terdapat dua atau lebih ID yang sama, misalnya :

<div id="judul">
	<ul id="judul">
		<li>item1</li>
	</ul>
</div>
<h1 id="judul">Ini Ibu Budi</h1>

ID hanya boleh digunakan satu kali karena sifatnya yang unik. (meskipun pada browser modern, hal ini tidak menjadi masalah. tapi hal ini sangatlah salah).

Jika suatu markup memiliki karakteristik yang sama, misalnya warnanya sama , ukuran hurufnya sama, jenis hurufnya sama. maka gunakanlah Class sebagai penanda. misalnya :

<div class="merah">
	<h1>Judul Blog</h1>
</div>
<blockquote class="merah">Demi masa!</blockquote>

Class “merah” dapat digunakan berkali-kali dalam markup, karena karakteristiknya yang sama, yaitu memiliki background merah.

.merah{
	background:red;
}

Masalah ke-3 : Margin dan Padding?

Masalah ketiga adalah, apa sih bedanya Margin dan Padding??, keduanya kan digunakan untuk memberikan Jarak.
Perbedaanya terletak pada jarak yang diberikan. Margin memberikan jarak pada setiap element sedangkan Padding memberi jarak Antara Konten dengan Element. biar lebih “oohh” kita pakai contoh :).
Buatlah markup seperti berikut.

<div class="box">Saya Kotak dengan Empat Sudut</div>
<div class="box">Saya Kotak dengan Empat Sudut</div>
<div class="box">Saya Kotak dengan Empat Sudut</div>

lalu berilah style seperti berikut.

*{
	margin:0; padding:0;
}
.box{
	background:red;
	width:100px;
	height:100px;
	margin:20px;
	float:left;
}

jika di preview di browser berikut tampilannya.

margin demo

Kita menerapkan margin sebesar 20 pixel, dan anda dapat melihat setiap box (element) memiliki jarak antara satu sama lainnya. inilah yang dimaksud jarak antar element.

Perhatikan, teks yang ada di dalam Box, tidak ada jarak sama sekali bukan? Teks mentok ke pinggiran Box. disinilah Padding beraksi :). padding digunakan untuk memberikan jarak antara konten (teks) dengan sisi element itu sendiri. coba anda tambahkan padding pada class box sebelumnya.

*{
	margin:0; padding:0;
}
.box{
	background:red;
	width:100px;
	height:100px;
	margin:20px;
	float:left;
	padding:20px;
}

Hasil di browser anda akan seperti berikut.

margin demo

Permasalahan barupun muncul, kok, kotaknya jadi Gede?? kan saya beri ukuran 100px, kalo diukur pake mistar kok jadi lebih dari 100 :).
ini disebabkan oleh karena padding akan menambahkan jaraknya dengan ukuran element itu sendiri. misalnya paddingnya 20px dan width dari box 100px maka ukuran akhir box adalah, 140 X 140px. selain padding, yang mempengaruhi ukuran dari box adalah border, perhatikan diagram berikut.

margin demo

Lalu bagaimana solusinya agar ukuran box selalu sama meskipun kita menambahkan padding. Cara pertama adalah dengan menentukan ukuran width dan height terlebih dahulu, lalu dikurangi padding yang akan ditambahkan.
cara kedua adalah menerapkan padding pada child, bukan pada parentnya langsung. misalnya:

<div class="box">
	<div class="content">Ini Ibu Budi</div>
</div>

kita berikan padding pada Class Content, jadi ukuran box masih tetap sama :).

Masih semangat membaca?? Lanjuut!! πŸ™‚




Masalah ke-4 : Relative atau Absolute?

Ini yang memang membingungkan. apa sih bedanya Relative dan Absolute??
Untuk menjelaskan perbedaan Relative dan Absolute kita langsung ke contoh kasus. buatlah markup seperti berikut ini:

<div class="satu">
	<div class="dua"></div>
</div>

lalu beri style seperti berikut.

*{
margin:0;padding:0; /* CSS Reset */
}
.satu{
	width:400px;
	height:200px;
	background:green;
	padding:20px;
}
.dua{
	width:200px;
	height:100px;
	background:orange;
	padding:20px;
}

jika ditampilkan di browser tampilannya akan menjadi seperti berikut.

static

Setiap element secara default memiliki position static, ketika position bernilai static anda tidak dapat menentukan jarak satu element dengan element lain menggunakan property Top, Bottom, Left, atau Right. sebagai contoh, tambahkan property left:100px; di class .dua , maka tidak akan terjadi perubahan sama sekali.

.dua{
	width:200px;
	height:100px;
	background:orange;
	padding:20px;
	left:100px;
}

Untuk itu kita perlu menset position menjadi relative, dengan begitu class dua akan bergeser 100px dari kiri.

.dua{
	width:200px;
	height:100px;
	background:orange;
	padding:20px;
	left:100px;
	position:relative;
}
relative

Dengan menambahkan position:relative anda dapat menentukan posisi suatu elemen berada. lalu bagaimana dengan Absolute ?.
Absolute position akan mengeluarkan elemen tersebut dari parentnya (.satu). jika anda perhatikan, sebelumnya kita menambahkan 100px dari kiri, 100px ini dihitung/dimulai dari box .Satu, bukan dihitung dari ujung browser. dengan menambahkan position absolute, 100px akan ditambahkan mulai dari element terdekat yang memiliki position:relative, dalam kasus ini adalah browser itu sendiri.

.dua{
	width:200px;
	height:100px;
	background:orange;
	padding:20px;
	left:100px;
	position:absolute;
}
absolute

jika anda masih belum mengerti, silahkan tambahkan properti bottom dengan nilai 0 (bottom:0;), maka box akan menempel ke bawah browser, karena kita menentukan jarak dari bawah dengan 0px.

.dua{
	width:200px;
	height:100px;
	background:orange;
	padding:20px;
	left:100px;
	bottom:0;
	position:absolute;
}
absolute2

lain halnya jika kita menambahkan position:relative pada box .satu, maka box .dua akan menempel dibawah box .satu.

.satu{
	width:400px;
	height:200px;
	background:green;
	padding:20px;
	position:relative;
}
absolute3

Masalah ke-5 : Float

“CSS is easy. Anyone can do it!”. it may not be rocket science, but CSS is Powerful enough to make you rip your hair out.
-Jeffrey Way-

Property Float digunakan untuk meratakan element ke kiri atau ke kanan, untuk penggunaan biasa memang tidak menjadi masalah. jika kita ingin meratakirikan element kita tinggal menambahkan float:left, begitu juga sebaliknya. tapi ketika kita menambahkan floating pada element maka element parent akan bertingkah aneh. (penasaran ?? ), kita pakai suatu kasus. :).
Misalnya kita punya sebuah Div dengan Id Container, lalu didalam div tersebut kita tambahkan dua Div dengan ID Content dan Sidebar. seperti berikut :

<div id="container">
	<div id="content"></div>
	<div id="sidebar"></div>
</div>

Selanjutnya kita beri style seperti berikut :

#container {
	width:960px;
	margin:0 auto; /* agar container berada di tengah browser*/
	padding:20px;
}
#content {
	background:orange;	
	width:600px;
	height:700px;
	float:left;
}
#sidebar{
	background:yellow;
	width:300px;
	height:400px;
	float:right;
}

jika ditampilkan di browser maka tampilannya seperti berikut ini :

float

Sekilas tidak ada yang salah bukan?, semuanya berjalan seperti seharusnya. Content berada disisi kiri, dan sidebar berada di sisi kanan. tidak ada yang salah memang, tapi sebenarnya parent dari content dan sidebar yang bermasalah. loh kok?? , coba anda beri background pada #container misalnya.

#container {
	width:960px;
	margin:0 auto; /* agar container berada di tengah browser*/
	padding:20px;
	background:green;
}

apa yang terjadi?? ternyata tinggi #container tidak ikut membesar, seharusnya tinggi #container ikut membesar sesuai dengan tinggi #content bukan ? :).

float2

sebelum ke solusi, kita tambahkan lagi satu div dengan id footer. πŸ™‚

<div id="container">
	<div id="content"></div>
	<div id="sidebar"></div>
	<div id="footer"></div>
</div>

lalu beri style seperti berikut:

#footer{
	background:red;
	height:100px;
	width:100%;
}

Yang kita inginkan adalah footer memiliki lebar 100%, dan berada di bawah bukan? tapi yang terjadi adalah :

float3

Memang membingungkan, Apa yang sebenarnya terjadi!!! cetusku dalam hati :).

Solusi

Solusi untuk #Container
Ada 3 cara untuk permasalahan #container agar dapat merubah tingginya secara otomatis sesuai tinggi Content.

  1. Clear:Both
    Anda tinggal buat sebuah Div kosong sebelum penutup div #container dan beri style clear:both seperti berikut ini :

    <div id="container">
    	<div id="content"></div>
    	<div id="sidebar"></div>
    	<div id="footer"></div>
    	
    	<div style="clear:both"></div>
    </div>
    
  2. Pseudo Class
    Cara ini hampir sama dengan cara pertama, hanya saja kita tidak membuat div kosong seperti cara sebelumnya, melainkan membuat pseudo class pada #container. pada file CSS anda tambahkan kode berikut

    #container:after{
    	clear:both;
    	content:' ';
    	display:block;
    }
    
  3. Overflow:Hidden
    Cara ini adalah cara paling sederhana, anda tinggal menambahkan overflow:hidden pada style #container. Masalahpun terpecahkan πŸ™‚

    #container {
    	width:960px;
    	margin:0 auto; /* agar container berada di tengah browser*/
    	padding:20px;
    	overflow:hidden;
    }
    

Solusi untuk Footer
Jika anda mengerti tentang solusi sebelumnya, anda dapat menebak bukan bagaimana solusi untuk permasalahan footer ini. atau masih bingung ? :), untuk masalah footer ini, cukup dengan menambahkan clear:both pada #footer :).

#footer{
	background:red;
	height:100px;
	width:100%;
	clear:both;
}
float3

Kesimpulan

Itulah permasalahan-permasalahan yang sering ditemukan oleh para “pelajar baru CSS”, seperti saya dulu. tapi setiap ada permasalahan pasti ada solusinya :). semoga artikel singkat (< bohong) ini bermanfaat bagi anda para CSS newbie :).

Referensi

Category HTML & CSS

124 Komentar untuk “5 Permasalahan yang membingungkan bagi CSS Newbie

      1. thank u bro bermanfaat banget tipsnya, template punya sy g ada margin antar paragrafnya. ni dr td melototin css tp gak ketemu2 mana yang harus diubah. tips nya simple tp efektif. keep up the good work ya πŸ™‚

  1. mas saya juga mengalami masalah yg bisa aku katakan hampir mirip sih πŸ˜€

    ehmm gini, aku mencoba membangun sebuah themes wordpress (cuma iseng2 saja tanpa ada skill soal php ataupun css).

    nah di themes tsb kan saya buat top menu dan saya letak kan topmenu tsb di atas dari outer/wrapper, lebih tepatnya di bawah tag , ketika saya cek ga ada masalah semua normal fineΒ² aja…

    masalah timbul ketika saya login baik menggunakan iD admin/ user biasa…

    top menu tsb turun kiraΒ² sekitar 30px jadi keliatan g keren gitu

    kira2 dimana ya letak kesalahannya??? apa di themes itu sendiri apa wordpress yg saya install nge-bug…

    oh iya saya juga memasang informasi admin / user di topmenu itu sendiri

    blablabla

    apa gara2 kode php itu ya πŸ˜€

    arrrhhhhh binun

  2. wahhh keren om.. persis yang saya alami<<<NEWBIE

    Tapi saya masih bingung mengenai position: absolute, sama relative.

    but overall maju teruss kk, jangan pernah bosan untuk membuat artikel2 yang berkualitas hahahah \(^-^)/

    1. saya juga dulu bingung banget sama bagian itu. tapi karena banyak latihan lama-kelaman jadi ngerti. sederhananya gini. misalnya kita ingin menempatkan suatu element keluar dari aturan, misalnya berada jauh diluar, maka kita gunakan position:absolute dan untuk membatasi kebebasan dari absolute, kita gunakan position:relative pada parentnya. hehe.. pasti masih bingung..
      intinya perlu latihan. haha

  3. Thx mas Rian, kebetulan saya masih newbie yang lagi nyari referensi buat ngobatin kebingungan tentang CSS ……………..
    pokonamah haturnuhun pisannya mas.

  4. om, mau tanya, kenapa setiap saya ngetik beberapa kalimat di dalam div, pas di lihat ke browser paragrafnya malah keluar dari box divnya, biasanya kan kalau ketikan sudah mentok kanan box langsung otomatis pindah ke baris baru, ini kok malah terus ke kanan, masa harus dienter terus…
    Mohon pencerahannya om, terima kasih

  5. alhamdulilah… ahirnya ketemu juga tutorial yang tepat. makasih bgt bos artikelnya sangat membantu… semoga ilmunya semakin bertambah dan ditambah rejekinya . amien….. πŸ™‚

  6. cerdasss nih…. πŸ™‚

    bermanfaat banget bagi yang belum paham benar dasar css…

    mas ,saya mau tanya ..kenapa text selalu keluar dari tag div,..????
    bingung hehehe
    pengenya sih mengikuiti tag div haha ..

  7. Artikel yang luarbiasa mencerahkan sudah, berbulan-bulan aku dibikin bingung dengan kasus di atas Alhamdullilah setelah baca artikel ini mulai sedikit paham

  8. wah mantap gan, ane jadi tau solusinya … tapi ntar bisa bisa di post lagi ga gan tentang fungsi-fungsi dari tag-tag CSS tadi maupun yg lainnya πŸ™‚

  9. thanks a lot mas rian πŸ™‚
    ane doa’in ente banyak pahalanya. krana udah mau share ilmu yg bermanfaat πŸ™‚

  10. Mas mau nanya kalo gambarnya tidak masuk atau tertarik gimana ? padahal saya sudah menaruhnya daam satu folder di imanges

  11. mas saya mau nanya kalo property, position:static !important itu fungsinya buat apa ya? kalo static nya sih sya udh sedikit ngerti berkat penjelasan mas rian di atas cuman mslah embel-embel “!important” nya itu yang saya gak ngerti mas. (newbie abisss) mohon penjelasannya. thanks

    1. !important berfungsi untuk menimpa nilai dari property yang berpengaruh terhadap elemen. misalnya kamu punya kode HTML dan CSS seperti berikut :

      test

      #test{
      color:red;
      }
      div{
      color:blue !important;
      }

      dari kasus diatas, seharusnya teks yang ada dalam div memiliki warna merah, dan dari segi selector CSS, #test{} menang dibanding div{}, tapi karena kita menambahkan !important pada property color, maka property inilah yang menjadi prioritas utama yang harus digunakan πŸ™‚

  12. Wih,,,!!! Penjelasan Yang Seperti Ini Ku Butuhkan, Makasih Bang Rian,,,!!! Mendukung Sekali…!!! Yang Selalu Masih Menjadi Tanda Tanya Besar Di Dalam Benakku Adalah Gimana Sih Membuat Dropdown Menu Seperti Yang Ada Di Merdeka.com, Okezone.com dan Lain-Lain yang punya menu serupa…!!! Udah Puyeng Nih Kepala Bang…!!! Bisa Gila Nantinya…!!! Hehehehe…!!! Makasih Sebelumnya…!!! Tutornya Mantaf, dan terstruktur…!!! Salut…!!!

    1. coba kunjungi “http://www.tympanus.net/codrops” terus cari dengan keyword dropdwon menu, disitu keren-keren gan, dan free. πŸ˜€ terus source codenya bisa didownload. keren dah pokoknya..!! πŸ˜€

  13. nanya dong pak cara buat footer kaya dibawah bagaimana ya?
    ane buat id footer padahal udah misah sama wrappernya tapi pas di inspect elemen malah footer jadi keluarganya wrappernya -_-

  14. mendetail banget penjelasan nya bang rian , semoga menjadi tutor yang berguna bagi para pembelajar web desainer dan berkembang pesat kedepan dalam bidang nya.

  15. setelah muter2, akhirnya nemu aritkel yg sangat bermanfaat ini..
    Makasih banyak tutorial yang sangat bermanfaat ini…
    Pngin cepet2 nyoba tutorial CSS untuk newbie ini.. πŸ˜€

  16. mas rian saya mau nanya saya newbie saya memakai ebook mas rian
    saya krang ngerti d CSS kalau mksd.a bikin style itu d file baru gtu? atau satu file sama HTML nya ya?
    terimaksih mas

      1. udah mas, . itu kan klo footer. tpi klo seumpama content sma sidebarnya gmna ?? udah pakek clear:both te2p gk bsa.

  17. mantap mas bro πŸ˜€
    cuma kenapa ya setiap aku inspect website orang lain aku liat banyak yg gunain tag seperti #container dll pokoknya banyak deh…
    nah pertanyaannya,apakah tag itu bebas mau dinamakan apa saja?atau memang sudah diatur seperti “a” untuk link? mohon bantuannya mas bro,baru 5 hari nyari tutorial baru kali ini yg jelas webnya wkkwkw malah jam 3 pagi lagi ngebacanya hehe..
    sukses mas bro..
    kalo boleh minta contac semacam email umum buat nanya2 mas hehe.. sip lanjutkan!

    1. Sebenarnya bebas mas ga harus pake nama ID yg seperti biasa anda liat #container #wrapper #content….dsb. Itu hanya lah pemakaian nama yang sudah umum.
      Saya saja ID pake penamaan saya sendiri dengan pemisalan #isi yang diasumsikan sebagai ID #content, #wrapper = #bungkus, #footer = #alas…..dsb
      hehehe……..biar lebih enjoy ajah.

  18. mantap mas bro,nyari tutorial yang jelas 5 hari ga ketemu,akhirnya ketemu juga dan bacanya jam 3 pagi πŸ˜€
    mas bro mau nanya,kalo tag itu boleh sesuka hati atau memang sudah ditetapkan?contoh untuk link:
    #a {
    blabla.. apa boleh diganti,misal:
    #B {
    blabla.. ??
    bagus tutorialnya mas,lanjutkan !!
    kalo boleh minta conrtac email umum mas bro buat tanya tanya kalo ada susah hehe,maklum baru lahir 5 hari di dunia css/php πŸ˜€

  19. Ini sih seperti apa yang saya alami dan yang saya pikirkan selama ini.
    Terima kasih mas. Luar biasa wawasannya keren. Sangat membantu.
    Tetap berkarya ngasih informasi yang bermanfaat untuk semua.

  20. mas bro aku mau nanya nih.kemaren aku ada buat sbuah file html beserta style.css nya. nah pas aku jalenin di laptopku dia fine aja. working ga ada masalah. nah pas aku jalenin dnotebook tmen aku, nah file html ku langsung rusak berantakan. kayak ga ketata sma sekali.padahal waktu di laptop aku udah rapi. nah itu gmana ya mas ?

  21. bang rian mau tanya. Kenapa ya mau buat box tp widht nya nggak bisa diatur, mau ditulis berapa px pun hasilnya tetep sama nggak berubah sudah pake browser apapun juga sama, tapi kalau height nya bisa diubah ukurannya.
    terima kasih.

  22. mas mohon bantuannya ni..
    saya membuat left content dengan => float:left dan right content dengan=> float: right

    posisinya sudah pas. satu disebealh kiri dan satunya lagi disebalah kanan.

    yang jadi masalah adalah:
    saat saya mengisikan data di left_content isinya terus turn kebawah dengan rata kiri.

    .left_content{float:left}
    .right_content{float:right}

    Show

    1</option
    …..

    data

    di left_content saat di jalankan di browser :

    muncul show dan dibawahnya muncul select dan dibawah select muncul data
    sprti :
    — show

    — data
    bagaimana semua yang di left_content jadi satu baris.
    —- show data

    mohon bantuannya mas.. bisa kirimkan ke email mas

  23. Om admin, mau tanya donk,, kenapa yahhh klo browser di zoom in/out, settingan webnya juga ikut berubah,, ada tulisanya yang kluar dari kotak, ada yang kotaknya turun yang seharusnya posisinya diatas,, saya pikir karna web saya tidak responsive, setelah saya lihat2 web lainnya yang tidak responsive saya coba zoom in/out tidak terjadi perubahan dengn webnya,, jadi saya pikir bukan karna responsivenya,,, Kira-kira knp yahh om admin ? saya sudah coba ganti2 browser tapi hasilnya sama juga.

  24. Penjelasannya sangat bermanfaat, saya juga agak bingung dengan padding, kadang kalo buat tabel terus dikasih padding cuma teks didalamnya saja yg berjarak, tapi kadang juga lebar normal kolom tabel justru bertambah. Apakah padding memang seperti ini ya? Selain daripada cara diatas gak adakah trik yg lain pak?

  25. mas saya mau tanya saat saya copy file kenapa pas saya buka jadi nda keluar ya css nya (tidak berfungsi) jadi hanya tampilan tulsan saja

  26. Siang mas, saya mau tanya. Saya membuat html dengan header dibuat position fixed, dan konten+footer dibawah header. Permasalahannya saat membuat link (a href atau button) di content, link tersebut tidak bisa dibuka. sudah saya kasih z-index:1 di konten pun tidak bisa dibuka link2 yang dibuat. mohon pencerahannya. Terima Kasih banyak

Tinggalkan Komentar Anda